Tugas Ekonomi Moneter

Pengertian Ekonomi Moneter
            Ekonomi moneter merupakan bagian dari ilmu ekonomi yang mempelajari tentang sifat, fungsi dan pengaruh uang terhadap kegiatan ekonomi. Secara umum kegiatan ekonomi dapat diartikan sebagai suatu kegiatan yang mempengaruhi tingkat pengangguran produksi, harga dan hubungan perdagangan/pembayaran internasional.
            Ekonomi moneter merupakan salah satu instrumen penting dalam perekonomian modern, dalam perekonomian modern terdapat dua kebijakan perekonomian yang dijadikan instrumrn oleh pemerintah dalam menstabilkan perekonomian suatu negara, yang pertama ialah kebijakan Fiskal yakni kebijakan yang diambil pemerintah untuk membelanjakan pendapatannya dalam merealisasi tujuan-tujuan ekonomi. Yang kedua ialah kebijakan moneter. Kebijakan moneter ialah langkah pemerintah untuk mengatur penawaran uang dan tingkat bunga.
Sejarah Uang Dunia
            Dimulai pada zaman prasejarah. Pada zaman pra sejarah, manusia selalu berusaha sendiri untuk memenuhi segala kebutuhan hidupnya atau singkatnya, apa yang diperolehnya, itulah yang dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhannya sendiri. Namun seiring berjalannya waktu, jumlah manusia terus bertambah dan menyebabkan bervariasinya kebutuhan hidup manusia.
            Untuk memenuhi kebutuhan hidupnya yang semakin banyak ini, manusia kemudian mulai merasa membutuhkan orang lain untuk membantunya memenuhi kebutuhan hidup.Contohnya adalah pada suatu kelompok manusia pra sejarah berburu binatang untuk memenuhi kebutuhan makannya, sedangkan pada kelompok lain, manusia pra sejarah makan buah-buahan dari pepohonan di hutan. Ketika dua kelompok manusia ini bertemu atau bersosialisasi, kemungkinan mereka saling tertarik dengan apa yang dimakan oleh keklompok lain tersebut lalu kedua kelompok tersebut timbul rasa ingin mencoba apa yang di makan oleh kelompok lain tersebut dan akhirnya mereka melakukan kegiatan barter atau saling bertukar barang.
            Lalu di beberapa peradaban muncullah mata uang logam. Uang logam digunakan karerna logam di anggap sebagai barang berharga, mudah dibentuk, dan bisa di bawa dengan mudah. Mata uang logam adalah sebagai alat pembayaran resmi yang mulai berlaku pada saat itu.
            Munculnya mata uang ini tidak secara bersamaan di seluruh dunia. Berbeda tempat, berbeda pula masa berlakunya uang ini. Masih banyak yang belum menggunakan mata uang sebagai alat pertukaran dan masih memakai sistem barter.Kemudian di beberapa bangsa, mulai muncul jenis uang logam yang dibuat dengan bentuk dan gambar tertentu di kedua sisinya. Pada masa itu ada beberapa jenis logam yang dipakai seperti emas, perak. Perunggu, besi, dll. Bentuknya pun bermacam-macam, ada yang berbentuk lonjong, kotak, segitiga, dll. Penggunaan emas dan perak sebagai bahan uang diciptakan oleh Croesus di Yunani sekitar tahun 560-546 sebelum masehi.
            Lalu munculah ide untuk membuat mata uang dari bahan kertas. Dipakai bahan kertas karena sangat ringan dan nilainya bisa dibuat dengan bervariasi. Cina dianggap sebagai bangsa yang pertama menemukan bahan kertas untuk pembuatan uang, yaitu sekitar abad pertama Masehi, pada masa Dinasti T’ang. Di abad modern, Bejamin Franklin (Amerika) ditetapkan sebagai Bapak Uang Kertas karna ia yang pertama mencetak Dollar dari bahan kertas dan kini potret dirinya di abadikan di lembaran mata uang Dollar pecahan terbesar (USD100).
            Semakin lama sejarah perkembangan uang semakin mengalami banyak sekali kemajuan. Uang dan alat pembayaran semakin berkembang dengan pesat. Sekarang ini alat pembayaranpun tidak selalu dengan menggunakan uang secara fisik, contohnya adalah kartu kredit. Selain itu juga, manusia bisa semakin mudah mengirimkan uang dari satu tempat ke tempat lain yang sangat jauh.
Fungsi dan Lalu muncullah ide untuk membuat mata uang dari bahan kertas. Dipakai bahan kertas karena sangat ringan dan nilainya bisa dibuat dengan bervariasi. Cina dianggap sebagai bangsa yang pertama menemukan bahan kertas untuk pembuatan uang, yaitu sekitar abad pertama Masehi, pada masa Dinasti T’ang. Di abad modern, Bejamin Franklin (Amerika) ditetapkan sebagai Bapak Uang Kertas karna ia yang pertama mencetak Dollar dari bahan kertas dan kini potret dirinya di abadikan di lembaran mata uang Dollar pecahan terbesar (USD100).

Semakin lama sejarah perkembangan uang semakin mengalami banyak sekali kemajuan. Uang dan alat pembayaran semakin berkembang dengan pesat. Sekarang ini alat pembayaranpun tidak selalu dengan menggunakan uang secara fisik, contohnya adalah kartu kredit. Selain itu juga, manusia bisa semakin mudah mengirimkan uang dari satu tempat ke tempat lain yang sangat jauh.
Fungsi dan Peranan Uang
fungsi utama uang adalah sebagai alat tukar (medium of exchange).  Dari fungsi utama ini, diturunkan fungsi-fungsi uang yang lain seperti :
-        uang sebagai standard of value (pembakuan nilai),
-        store of value (penyimpan kekayaan)
-        unit of account (satuan penghitungan), dan
-        standard of deffered payment (pembakuan pembayaran tangguh)
            Namun didalam teori ekonomi konvensional, fungsi utama uang adalah sebagai berikut :
1.      Sebagai alat tukar ( medium of exchange ), Sebagai alat, uang digunakan untuk mempermudah pertukaran
2.      Sebagai alat kesatuan hitung ( Unit of account ), untuk menentukan nilai / harga barang yang sejenis, atau sebagai perbandingan harga antara barang yang satu dengan barang yang lain
3.      Sebagai alat penyimpan / penimbun kekayaan ( Store of Value ) dapat berupa uang atau barang.

Jenis – Jenis Uang
Berdasarkan Lembaga yang Menertbiatkan Uang
Uang kartal adalah uang yang diterima oleh masyarakat sebagai alat pembayaran yang sah (dilindungi UU) yang dikeluarkan oleh Bank Indonesia dan dicetak oleh Perum Peruri (Perusahaan Umum Percetakan Uang Republik Indonesia) Jenis uang kartal ada dua, yaitu uang logam dan uang kertas.
Ø  Uang logam
Uang logam adalah uang yang terbuat dari logam tertentu seperti emas, perak, tembaga, perunggu atau aluminium yang diberikan tanda/cap sebagai alat pembayaran yang sah

Ø  Uang kertas
Uang kertas sering disebut uang fidusier(uang kepercayaan). Masyarakat mau menerima uang tersebut karena adanya kepercayaan kepada pemerintah yang mengeluarkan uang kertas tersebut, walaupun nilai intrinsiknya sangat kecil dibandingkan dengan nilai nominalnya. Contoh uang kertas Indonesia bernilai nominal:  Rp1.000,00; Rp5.000,00; Rp10.000,00; Rp20.000,00; Rp50.000,00; dan Rp100.000,00. Jadi uang kertas ini merupakan uang yang dikeluarkan oleh pemerintah yang terbuat dari kertas dengan nilai nominal tertentu dan gambar tertentu serta ada benang pengaman untuk menghindari pemalsuan.



Sejarah Uang di Indnesia 
            Sejarah uang di Indonesia ingin saya mulai pada awal Oktober tahun 1945 Setelah Indonesia memplokamirkan kemerdekaannya, Indonesia masih belum mempunyai mata uang sendiri. Saat itu mata uang yang digunakan adalah mata uang Hindia Belanda, Jepang dan De Javashe Bank. Namun pada sejarah uang di Indonesia mengalami hiper inflasi yang menyebabkan nilai tukarnya menurun sangat drastis. Yang paling rendah adalah mata uang jepang karena persedarannya saat itu paling banyak.

uang kuno
Sejarah uang di Indonesia mencatat saat itu para petani yang paling banyak mengalami penderitaan akibat hiper inflasi ini karena petani yang menyimpan paling banyak mata uang jepang. Lalu pemberlakuan mata uang NICA yang digembongi oleh Panglima AFNEI Let Jen Sir Montagu semakin memperparah keadaan hiper inflasi saat itu. Padahal penyelesaian politik yang belum rampung telah menjadi batas kesepakatan kedua belah pihak (RI dengan NICA) untuk tidak mengeluarkan mata uang baru.
Pemerintah RI melakukan protes keras kepada keputusan NICA tersebut, namun ternyata tidak ditanggapi oleh NICA. Karena hal itu selanjutnya pemerintah RI melarang seluruh rakyat Indonesia untuk tidak menggunakan mata uang NICA sebagai alat tukar atau alat jual beli. Langkah keras ini diambil agar peredaran mata uang NICA tidak keluar kendali, mengingat perbaikan ekonomi Indonesia masih sulit.
uang indonesia
Sejarah uang Indonesia mencatat mata uang pertama yang diterbitkan pemerinyah adalah ORI (Oeang Repiblik Indonesia) yang dikeluarkan pemerintah untuk mencegak perkembangan mata uang NICA pada tanggal 26 Oktober 1946. Dan sejak saat itu ketiga mata uang yang dulu ada dinyatakan sudah tidak berlaku lagi, sehingga sejarah uang hanya ada 2 mata uang saat itu. Ternyata setelah kebijakan itu didukung oleh rakyat.
Sejarah Terbentuknya Bank Indonesia

Berawal dari nama De Javasche Bank yang dibentuk oleh Belanda, setelah pendudukan jepang otomatis DJB ditutup untuk sementara yang kemudian lahirlah masa revolusi yang melahirkan dualisme kekuasaan yaitu RI dan NICA. Lalu setelah melewati beberapa perjuangan, seiring berdaulatnya RI sebagai bangsa sendiri maka pada tanggal 1 juli 1953 berubahlah DBJ menjadi Bank Indonesia sebagai bank yang mengatur seluruh proses perbankan di Indonesia.Bank Indonesialah yang kemudian memegang peranan dalam pembuatan uang negara, yang kemudian sampai pada hari ini ORI berubah nama menjadi Rupiah.

uang dalam ilmu ekonomi tradisional didefinisikan sebagai setiap alat tukar yang dapat diterima secara umum. Alat tukar itu dapat berupa benda apapun yang dapat diterima oleh setiap orang di masyarakat dalam proses pertukaran barang dan jasa. Dalam ilmu ekonomi modern, uang didefinisikan sebagai sesuatu yang tersedia dan secara umum diterima sebagai alat pembayaran bagi pembelian barang-barang dan jasa-jasa serta kekayaan berharga lainnya serta untuk pembayaran hutang. Beberapa ahli juga menyebutkan fungsi uang sebagai alat penunda pembayaran. Secara kesimpulan, uang adalah suatu benda yang diterima secara umum oleh masyarakat untuk mengukur nilai, menukar, dan melakukan pembayaran atas pembelian barang dan jasa, dan pada waktu yang bersamaan bertindak sebagai alat penimbun kekayaan.

Keberadaan uang menyediakan alternatif transaksi yang lebih mudah daripada barter yang lebih kompleks, tidak efisien, dan kurang cocok digunakan dalam sistem ekonomi modern karena membutuhkan orang yang memiliki keinginan yang sama untuk melakukan pertukaran dan juga kesulitan dalam penentuan nilai. Efisiensi yang didapatkan dengan menggunakan uang pada akhirnya akan mendorong perdagangan dan pembagian tenaga kerja yang kemudian akan meningkatkan produktifitas dan kemakmuran.

Pada awalnya di Indonesia, uang —dalam hal ini uang kartal— diterbitkan oleh pemerintah Republik Indonesia. Namun sejak dikeluarkannya UU No. 13 tahun 1968 pasal 26 ayat 1, hak pemerintah untuk mencetak uang dicabut. Pemerintah kemudian menetapkan Bank Sentral, Bank Indonesia, sebagai satu-satunya lembaga yang berhak menciptakan uang kartal. Hak untuk menciptakan uang itu disebut dengan hak oktroi.

Komentar